Day: April 2, 2017

Putaran Kedua Pilkada DKI Jakarta Makin Panas

semakin mendekati pada pemilihan putaran kedua nampaknya persaingan di DKI Jakarta semakin memanas.

Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta menempatkan pasangan nomor urut 2 Ahok-Djarot dan juga pasangan nomor urut 3 Anies-sandi masuk pada putaran kedua, Pada pemilihan kepala daerah DKI Jakarta putaran kedua ini di sebut-sebut pilkada pra pilihan presiden, pilkada yang terjadi di DKI Jakarta pada putaran kedua ini di anggap sebagai pemanasan atau juga sebagai unjuk kekuatan antara partai PDI Perjuangan dengan partai Gerindra menuju pilihan presiden 2019 mendatang.

PDI perjuangan yang mengusung pasangan nomor urut 2 dan Gerindra mengusung pasangan nomor urut 3 dipastikan akan mengeluarkan berbagai amunisi dengan maksimal untuk dapat menduduki kursi nomor satu di DKI Jakarta hingga lima tahun mendatang.

Jika kemenangan diraih partai PDI perjuangan tentu ini akan menjadi kekuatan untuk Joko Widodo dan juga jika kemenangan diraih Partai Gerindra tentu juga akan dijadikan sebagai modal kekuatan untuk Prabowo Subianto. Karena begitu banyak indikasi bahwa Jokowi dan Prabowo akan kembali maju untuk bertarung pada pemilihan presiden 2019 mendatang.

Hal inilah yang menjadikan pemilihan kepada daerah di DKI Jakarta menjadi begitu sangat penting dan akan dapat berdampak secara nasional serta juga berdampak dalam pemilihan presiden tahun 2019 mendatang yang dikabarkan akan menjadi pertemuan kembali Jokowi dengan Prabowo dalam merebut kursi presiden.

Situasi rangkaian dalam kegiatan pemilihan Gubernur dan wakil Gubernut DKI pada putaran kedua ini semakin lebih memanas, banyaknya muncul isu sara, fitnah dan tuduhan serta kecurangan semakin menjadi-jadi pada putaran kedua ini. Masing-masing kubu pun seolah tidak ada henti-hentinya diterpa masalah mengenai diri pribadi maupun tim suksesnya. Kejadian ini tentu membuat kerawanan yang dapat memicu pintu masuk terjadinya konflik horizontal.

Kampanye pilgub dan cawagub DKI pada 7 Maret-15 April 2017

Mendapat informasi judi online dari ketua KPU Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta Bapak Sumarno memastikan bahwa akan ada kampanye yang dilaksanakan pada putaran kedua dalam pilkada DKI Jakarta 2017. Jadwal kampanye akan dilangsungkan mulai 7 maret sampai 15 April 2017. Sumarno juga menegaskan kalau kampanye pada putaran kedua tidak akan banyak berbeda dengan kampanye putaran pertama.

Namun pada putaran kedua hanya akan ada dua jenis larangan kampanye oleh KPU pada putaran kedua yaitu pemanasan alat peraga dan juga kampanye akbar dan rapat umum. Pada tiga hari setelah dilaksanakannya kampanye yaitu pada tanggal 16, 17 serta 18 April, kedua calon pasangan Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta dilarang berkampanye karena tanggal tersebut merupakan masa tenang. Dan pemilihan suara akan dilaksanakan pada 19 April 2017.

Debat pilgub dan cawagub DKI Jakarta akan dilaksanakan pada tanggal 12 April 2017

Komisioner KPU telah menetapkan bahwa pelaksanaan debat pilgub dan cawagub DKI Jakarta putaran kedua akan dilaksanakan pada tanggak 12 April 2017. Meskipun begitu, belum ada konfirmasi tempat yang akan dilaksanakannya debat pada putaran kedua dan untuk tema debat juga belum ada konfirmasi hingga sekarang. Hanya tanggal debat saja yang baru ditentukan sedangkan yang lainnya belum ditentukan, ujar Sumarno ketua KPU.

Sumarno juga menegaskan bahwa pelaksanaan debat pada putaran kedua itu penting sebagai salah satu bentuk referensi masyarakat DKI untuk menentukan pilihan. Hal ini tentu dapat membukakan mata masyarakat untuk memilih Gubernur dan wakil Gubernur yang sesuai dengan harapan mereka. Siapapun pasangan yang terpilih nanti diharapkan dapat membangun Jakarta lebih bagus lagi, tentu dengan jalan yang baik dalam setiap menyelesaikan masalah yang ada di Jakarta tanpa air mata rakyat DKI.

Timor Leste Gelar Pemilihan Presiden

penduduk Timor Leste lakukan pemilihan presiden pertama kali setelah ditinggal pasukan PBB.

Pemilihan presiden telah diselenggarakan oleh Negara di Asia yaitu Timor Leste pada Senin 20/3/2017. Dari 1.261 juta jiwa penduduk Timoe Leste,  yang terdaftar akan melakukan pemilihan mencapai 747.000 jiwa yang tersebar pada 13 distrik. Sistem pemilihan yang dilakukan di Negara ini yaitu dengan melihat suara terbanyak pada puritan pertama dengan perolehan nilai 50% salah satu calon. Namun jika tidak ada, maka akan dilaksanakan putaran kedua. Dan putaran kedua digelar pada tanggal 20 April 2017 mendatang.

Pemilihan presiden pada kali ini merupakan pemilihan  pertama setelah Timor Leste ditinggal oleh pasukan yang menjaga perdamaian PBB telah mengakhiri misinya ditahun 2012 lalu. Maka tahun judi online ini merupakan pemilihan presiden di Timor Leste tanpa bantuan dari PBB. Timor Leste melakukan sendiri dalam mengatasi penyaluran logistik sampai ketempat pemungutan suara berada diarea terpencil tanpa bantuan helicopter dari PBB.

Antusias masyarakat dalam pemilihan pertama tanpa bantuan dari PBB ini sangat terlihat dari segala macam transfortasi yang digunakan oleh masyarakat agar sampai ketempat pemilihan. Dari mulai ada yang menaiki kuda, juga adanya menumpangi kapal dan bahkan rela berjalan berkilo-kilo meter dengan jalan yang tidak mudah harus melintasi jalan yang ada di pegunungan. Atusias mereka dikarenakan mereka dapat bebas memilih Presiden sesuai keinginan mereka.

Para kandidit calon presiden Timor Leste

Antusias dalam pemilihan presiden di Timor Leste nampaknya bukan hanya terjadi pada warga yang memilih saja, tetapi juga pada calon kandidat, para calon nampaknya begitu bersemangat mengikuti pemilihan ini, antusias dapat dilihat dari banyaknya kandidat yang mencalonkan diri sebagai presiden dengan jumlah calon delapan orang. Sebanyak delapan calon bertarung pada pemilu yang dilaksanakan Senin 20/3/2017.

Adapun delapan kandidat calon presiden yang bertarung pada pemilihan presiden Timor Leste yaitu, Francisco Guterres Lu-Olo, Amorin Dias, Antonio Maher Patuk Mutin, Antonio Da Conceicao, Jose Luis Guterres, Luis Tilmon, Angela Freitas dan juga Aniceto Das Neves. Dari kedelapan kandidat tersebut ada satu calon yang pada tahun 2012 juga pernah mencalonkan sebagai Presiden Timor Leste yaitu Francisco Guterres Lu-Olo yang kalah pada putaran kedua.

Menurut data commicao Nacional de Elicoes Timor Leste atau biasa kita sebut KPU, jumlah warga yang akan mengikuti pemilihan presiden Timor Leste berjumlah 746 ribu jiwa, telah tersebar pada 12 Distrik dan satu pada daerah khusus, yaitu Oecusse. Pelaksanaan akan terjadi dua putaran jika pada putaran pertama tidak ada calon kandidat yang memperoleh nilai 50%.

Pemerintahan di Timor Leste sendiri sebenarnya jabatan Presiden hanyalah seremonial. Karena wewenang lebih besar dipegang oleh perdana menteri dan para kabinetnya. Meskipun wewenang dipegang oleh perdana menteri, tetapi Presiden dengan jabatan lima tahun merupakan panglima militer tertinggi dan juga mampu memvote terhadap perencanaan undang-undang, menyeru pagelaran pemilu dan juga dapat membubarkan parlemen.

Kandidat calon Presiden yang lebih unggul pada putaran kedua

Sesuai dengan data perhitungan sementara oleh komisi pemilihan umum KPU Timor Leste, menyebutkan dari delapan kandidat calon presiden Timor Leste, Francisco Guterres Lu-Olo lah yang memperoleh suara terbanyak dengan jumlah suara lebih dari 23 ribu atau setara denga 52%. Sedangkan diurutan kedua diduduki oleh Antonio da Concecio dengan hasil suara 11.933 atau setara dengan 30.31%.

Tantangan yang nantinya untuk pemerintah yang baru adalah dapat menghentikan ketergantungan terhadap minyak dan juga melakukan diverefikasi untuk sumber daya lainnya yang dapat dijadikan pemasukan atau penghasilan. Diharapkan dengan pemerintahan baru semoga Timor Leste semakin berkembang sebagai Negara termuda di Asia ini.