Amien Rais Tersangkut Kasus Korupsi Alat Kesehatan

kasus korupsi alat kesehatan yang menjerat menteri kesehatan siti fadilah ternyata membawa nama amin rais didalamnya.

Belum selesai kasus korupsi E-ktp, kini sudah ada kasus baru yang menjerat menteri kesehatan siti fadillah. Kasus korupsi alat kesehatan ini. kasus korupsi alat kesehatan ini ternyata juga membawa nama mantan ketua amanat nasional, amien rais. Menurut jaksa, amien rais menerima dana sebesar Rp 600 juta dari mantan menteri kesehatan siti fadilah supari.

Pengakuan Amien Rais

Amien rais mengakui memang pernah mendapatkan dana dari yayasan soetrisno bachir. Dana tersebut ia terima 10 tahun yang lalu, pada saat Soetrisno Bachir masih membiayai semua kegiatannya. Amien rais tak menyaka kalau dana yang diberikan ternyata bisa membawanya ke kasus korupsi ini. Dalam  konferensi pers yang dilakukan oleh amien rais dan pengacaranya, dia berkata akan mengungkapkan semua faktanya judi togel.

Amien rais tidak akan lari dari kasus ini dan menjawab semua tuduhan dengan apa adanya. Setelah mendengar namanya disebut dalam kasus korupsi ini, amien rais langsung melakukan pengecekan ke sekretarisnya mengenai kebenaran dari kasus ini. Dalam  sidang 31 mei 2017 yang lalu, memang disebutkan ada aliran dana yang masuk ke rekening amien rais.

Melihat namanya dibawa dalam kasus korupsi yang menjerat mantan menteri kesehatan ini. pohak amien rais ingin menemui pimpinan komisi pemberantasan korupsi (KPK). Amien rais ingin mengatakan semua fakta tenang dana alat kesehatan sebesar Rp 600 juta tersebut. Pihak  amien rais berencana untuk pergi ke kantor KPK pada hari senin, 5 juni 2017 mendatang. Tetapi sayangnya pihak KPK belum menanggapi hal ini.

Aliran Dana Pengadaan Alkes

Aliran dana kasus korupsi alat kesehatan dari Mitra Meidua Suplier PT indofarma yang melakukan pengadaan alata kesehatan dengan pan, menyakut nama Nuki Syahrun, Soetrisno Bachir, Tia Nastati, Amien rais dan yayasan soetrisno bachir foundtion. Ada beberapa dana yang masuk ke nama tersebut pada tahun 2007.

Pemenang protek pengadaan alkes ini adalah PT indofarma. Hal ini dtunjuk langsung oleh Siti fadilah. Ia menerima pembayaran dari pihak kemenkes dan melakukan proses pembayaran ke PT Mitra Mediuda. Pada tanggal 2 mei 2016, PT mitra Meidua mentransfer uang Rp 741,5 juta dan tanggal 13 November 2006 sebesar Rp 50 juta ke rekening milik yurida. Rekening yang masuk ke yurida di campurkan dengan dana pribadi, supaya bisa menyembunyikan asal usulnya. Lalu sejumlah dana lain juga masuk ke rekening seotrisno bachir sebesar Rp 250 juta, ke rekening Nuki Syahrun sebesar Rp 65 juta, ke rekening amien rais sebesar Rp 600 juta dan rekening Tia nastiti sebsar Rp 10 juta.

Pimpinan KPK Engan  Bertemu Amien Rais

Amien rais dan timnya berencana untuk menemui pimpinan KPK, tetapi pihak kpk tidak mau bertemu dengan amien rais mengenai pengadaan kasus korupsi alkes ini. Juru  bicara dari pihak KPK mengatakan, pimpinan KPK tidak bisa menemui amien rais untuk menjaga independesi lembaga dari KPK itu sendiri. apalagi untuk bertemu dengan orang yang masuk dalam perkara. Hal ini bisa membuat independesi KPK berkurang.

Pimpinan KPK tidak akan pernah menemui amie rais, sampai proses persidangan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan judi online ini berstatus inkracht. Persidangan dari kasus korupsi alat kesehatan ini akan tetap berlanjut dengan memanggil beberapa saksi ahli. Jadi kita tunggu saja, bagaimana kelanjutan dari kasus korupsi yang mengenai mantan ketua umum PAN amien rais ini.

About stn