Putaran Kedua Pilkada DKI Jakarta Makin Panas

semakin mendekati pada pemilihan putaran kedua nampaknya persaingan di DKI Jakarta semakin memanas.

Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta menempatkan pasangan nomor urut 2 Ahok-Djarot dan juga pasangan nomor urut 3 Anies-sandi masuk pada putaran kedua, Pada pemilihan kepala daerah DKI Jakarta putaran kedua ini di sebut-sebut pilkada pra pilihan presiden, pilkada yang terjadi di DKI Jakarta pada putaran kedua ini di anggap sebagai pemanasan atau juga sebagai unjuk kekuatan antara partai PDI Perjuangan dengan partai Gerindra menuju pilihan presiden 2019 mendatang.

PDI perjuangan yang mengusung pasangan nomor urut 2 dan Gerindra mengusung pasangan nomor urut 3 dipastikan akan mengeluarkan berbagai amunisi dengan maksimal untuk dapat menduduki kursi nomor satu di DKI Jakarta hingga lima tahun mendatang.

Jika kemenangan diraih partai PDI perjuangan tentu ini akan menjadi kekuatan untuk Joko Widodo dan juga jika kemenangan diraih Partai Gerindra tentu juga akan dijadikan sebagai modal kekuatan untuk Prabowo Subianto. Karena begitu banyak indikasi bahwa Jokowi dan Prabowo akan kembali maju untuk bertarung pada pemilihan presiden 2019 mendatang.

Hal inilah yang menjadikan pemilihan kepada daerah di DKI Jakarta menjadi begitu sangat penting dan akan dapat berdampak secara nasional serta juga berdampak dalam pemilihan presiden tahun 2019 mendatang yang dikabarkan akan menjadi pertemuan kembali Jokowi dengan Prabowo dalam merebut kursi presiden.

Situasi rangkaian dalam kegiatan pemilihan Gubernur dan wakil Gubernut DKI pada putaran kedua ini semakin lebih memanas, banyaknya muncul isu sara, fitnah dan tuduhan serta kecurangan semakin menjadi-jadi pada putaran kedua ini. Masing-masing kubu pun seolah tidak ada henti-hentinya diterpa masalah mengenai diri pribadi maupun tim suksesnya. Kejadian ini tentu membuat kerawanan yang dapat memicu pintu masuk terjadinya konflik horizontal.

Kampanye pilgub dan cawagub DKI pada 7 Maret-15 April 2017

Mendapat informasi judi online dari ketua KPU Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta Bapak Sumarno memastikan bahwa akan ada kampanye yang dilaksanakan pada putaran kedua dalam pilkada DKI Jakarta 2017. Jadwal kampanye akan dilangsungkan mulai 7 maret sampai 15 April 2017. Sumarno juga menegaskan kalau kampanye pada putaran kedua tidak akan banyak berbeda dengan kampanye putaran pertama.

Namun pada putaran kedua hanya akan ada dua jenis larangan kampanye oleh KPU pada putaran kedua yaitu pemanasan alat peraga dan juga kampanye akbar dan rapat umum. Pada tiga hari setelah dilaksanakannya kampanye yaitu pada tanggal 16, 17 serta 18 April, kedua calon pasangan Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta dilarang berkampanye karena tanggal tersebut merupakan masa tenang. Dan pemilihan suara akan dilaksanakan pada 19 April 2017.

Debat pilgub dan cawagub DKI Jakarta akan dilaksanakan pada tanggal 12 April 2017

Komisioner KPU telah menetapkan bahwa pelaksanaan debat pilgub dan cawagub DKI Jakarta putaran kedua akan dilaksanakan pada tanggak 12 April 2017. Meskipun begitu, belum ada konfirmasi tempat yang akan dilaksanakannya debat pada putaran kedua dan untuk tema debat juga belum ada konfirmasi hingga sekarang. Hanya tanggal debat saja yang baru ditentukan sedangkan yang lainnya belum ditentukan, ujar Sumarno ketua KPU.

Sumarno juga menegaskan bahwa pelaksanaan debat pada putaran kedua itu penting sebagai salah satu bentuk referensi masyarakat DKI untuk menentukan pilihan. Hal ini tentu dapat membukakan mata masyarakat untuk memilih Gubernur dan wakil Gubernur yang sesuai dengan harapan mereka. Siapapun pasangan yang terpilih nanti diharapkan dapat membangun Jakarta lebih bagus lagi, tentu dengan jalan yang baik dalam setiap menyelesaikan masalah yang ada di Jakarta tanpa air mata rakyat DKI.

About stn