Tag: Internet

Mengkhawatirkan! Hoax Semakin Meningkat di Era Internet

Beredarnya berita palsu atau bohong (hoax) di internet memang sangat mengkhawatirkan. Apalagi di era internet ini dimana hoax semakin meningkat tiap tahunnya.

Internet memang sangat dibutuhkan di zaman digital nonton film streaming seperti sekarang. Hampir semua hal bisa diakses melalui internet termasuk dalam membaca atau mencari berita. Sayangnya, saat ini ada kekhawatiran yang berkembang di kalangan para pengguna internet global karena berita palsu (hoax) secara online, semakin meningkat. Oleh sebab itu, ada yang mengatakan jika pemerintah harus ikut andil dalam pemberantasan berita palsu. Tapi, ada juga yang tidak setuju.

Perlukah Pemerintah Membatasi Internet?

Dalam survei terhadap 18 negara yang dilakukan oleh BBC, 79% responden mengatakan bahwa mereka khawatir tentang apa yang palsu dan apa yang benar di internet. Dan hanya di dua negara, China dan Inggris, mayoritas pengguna internet menginginkan pemerintah mereka mengatur internet. Dari jumlah responden ini, 58% mengatakan bahwa internet tidak boleh diatur oleh negara atau naik dari sebelumnya 51% ketika pertanyaan yang sama diajukan tujuh tahun yang lalu.

Ketika sampai pada peraturan pemerintah tentang pembatasan internet, 67% responden di China sekarang menyukai gagasan tersebut. Sementara di Inggris, dukungan cukup seimbang antara yang setuju dan yang tidak akan campur tangan terhadap usulan agar pemerintah turut campur dalam penggunaan internet. Sebesar 53% mendukung dan sisanya tidak mendukung.

Sedangkan negara-negara di mana para pengguna internet sangat tidak setuju dengan campur tangan pemerintah adalah Yunani dengan jumlah sebesar 84% dan Nigeria dengan 82% orang yang menentang gagasan tersebut. Ya, memang tiap negara berbeda-beda tergantung dari bagaimana sudut pandang yang diambil. Perang pemerintah bisa mengontrol sekaligus memberangus berita hoax tapi terkadang menyulitkan juga jika berkaitan dengan bisnis.

Tapi, kekhawatiran tentang apa yang benar dan apa yang tidak (hoax) di internet telah meningkat selama setahun terakhir di mana istilah berita palsu (hoax) telah menjadi hal yang biasa bahkan bagi sebagian pihak dianggap menguntungkan seperti hoax yang bertebaran di laman Facebook yang membuat pembuatnya dapat dengan mudah menghitung keuntungannya melalui iklan.

Kekhawatiran Semakin Meningkat

Walau jumlah negara yang setuju dan tidak tentang aturan negara yang campur tangan dalam dunia internet, pada kenyatannya banyak yang khawatir dengan adanya hoax. Sebagai contoh, warga Brazil paling khawatir kaburnya antara yang nyata dan yang palsu, dengan jumlah persentase sebesar 92% yang mengatakan khawatir. Di sejumlah negara berkembang lainnya ada tingkat kegelisahan yang juga tinggi seperti 90% di Indonesia, 88% di Nigeria dan 85% di Kenya.

Jerman adalah satu-satunya negara yang disurvei di mana mayoritas tidak terlalu khawatir karena sebesar 51% – mengatakan bahwa mereka tidak khawatir dengan masalah ini. Menjelang pemilihan negara tersebut, telah ada upaya keras di Jerman untuk membasmi berita palsu. Ya, bagaimanapun peran negara dibutuhkan untuk mengimbangi atau membatasi beredarnya berita palsu.

Pimpinan Globescan (lembaga survey yang melakukan penelitian), Doug Miller mengatakan jika temuan jajak pendapat¬†bandar poker ini menunjukkan bahwa isu ‘berita palsu’ mungkin penting karena dapat mengurangi kredibilitas informasi on-line. Tapi, pembatasan informasi juga telah membuat cukup banyak orang merasa tidak bisa mengekspresikan diri secara online.

Tentan ekspresi diri secara online ini, di 15 negara yang telah dilacak secara reguler dalam jajak pendapat ini, 53% merasa tidak aman melakukannya dan meningkat dibandingkan dengan tahun 2010 yang hanya sebesar 49% saja. Di Nigeria, Peru dan China ada mayoritas warga yang percaya diri untuk mengungkapkan pendapatnya, sedangkan di Eropa dan Amerika Utara ada lebih banyak kegelisahan, dan warga Prancis dan Yunani cenderung tidak mau berbicara dengan bebas.