Tag: kanker payudara

Pilunya Ayu Agustin, Pasien BPJS Penderita Kanker Yang Tak Juga Dikemo

Cerita sedih warga miskin pengguna BPJS masih panjang. Kini derita dirasakan Ayu Agustin, penderita kanker payudara yang belum juga dapat kemoterapi.

Cerita pasien miskin menderita penyakit parah yang terkendala biaya memang selalu terdengar sangat pilu. Kali ini nasib sedih dialami oleh Ayu Agustin. Perempuan berusia 21 tahun ini menjadi viral di internet bandar togel karena memohon bantuan warganet lantaran dirinya belum juga dikemoterapi oleh dokter. Padahal Ayu sudah menderita kanker payudara selama setahun tiga bulan.

Cerita pilu Ayu ini diunggah oleh temannya, Fadila Zaskia Ulfa lewat akun Instagram @fadilazu hari Senin (25/9). Dilansir Kompas, Ayu bercerita jika dia sudah merasakan ada yang janggal pada payudaranya dalam kurun waktu setahun terakhir. Namun dia baru berobat ke rumah sakit sekitar dua bulan lalu. Di mana awalnya Ayu pergi ke Rumah Sakit Umum Cileungsi yang kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati Jakarta.

Tak Dikemo, Ayu Hanya Pakai Obat Koreng

Karena penyakitnya, perempuan yang tinggal di kampung Pabuwaran Wetan, kecamatan Gunung Putri, kabupaten Bogor ini harus menahan rasa sakit luar biasa. Kanker payudara yang didera Ayu ternyata sudah menyentuh tahap stadium 3. Dari video yang ada, terlihat jika kondisi Ayu semakin miris dengan lengan kanan yang membengkak dan payudara sebelah kiri membesar. Hal ini jelas membuat Ayu sulit bernafas dan harus menanti hingga bisa 17 Oktober 2017 untuk menjalani biopsi, bukannya kemoterapi.

Selama ini, Ayu yang menggunakan BPJS itu hanya dirontgen paru beberapa kali dan diberi obat semacam obat koreng untuk payudaranya oleh pihak RS Fatmawati. Ibu Ayu yakni Desi mengaku sudah mendesak pihak dokter RS Fatmawati untuk menjadwalkan kemoterapi tapi malah menolaknya. “Kata dokter enggak bisa (dipercepat) karena yang sakit begini bukan ratusan orang, tapi ribuan. Dokter juga bilang kalau kanker enggak ada yang dirawat. Mau dirawat juga ngapain? Begitu-gitu juga. Mendingan di rumah. Di RS itu banyak yang menular karena tidak bagus.”

Lantaran penolakan tim dokter atas kepastian jadwal kemo, Desi dan suaminya pun memilih merawat Ayu di rumah kontrakkan mereka. Padahal sejatinya kemoterapi adalah hal penting yang dibutuhkan pasien kanker untuk mengecilkan penyakit mereka. Mayoritas pasien kanker akan menjalani kemoterapi selama enam hingga 12 kali setiap bulannya. Setelah kanker mengecil, baru operasi pengangkatan payudara bisa dilakukan.

Nasib Buruk Pasien BPJS?

Lantaran tidak memiliki biaya, Ayu pun tak memiliki pilihan lagi selain menanti kabar baik kemoterapi dari RS Fatmawati. Sebagai pasien BPJS, Desi mengaku jika mungkin ada kemungkinan Ayu segera mendapat kemo jika pergi ke rumah sakit lain. Melihat kondisi Ayu yang semakin menyedihkan, Desi hanya berharap jika kemo yang diterima Ayu nanti tidaklah terlambat.

Sementara itu agen poker, atas kasus Ayu yang viral, pihak RS Fatmawati enggan menanggapi. Humas mereka, Wini Riesta memilih untuk melakukan pengecekan terlebih dulu ke internal rumah sakit. Apa yang dialami Ayu ini seolah menambah panjang daftar pilu pasien BPJS. Masih segar dalam ingatan bagaimana bayi Debora meninggal dunia karena diduga lama mendapat perawatan di RS Mitra Keluarga Kalideres.

Selain Debora, ruwetnya BPJS juga dialami seorang ibu di Lampung, Delvasari, yang harus membawa jenazah bayinya dengan angkot lantaran tak punya biaya untuk sewa ambulans. Tentu saja kinerja pemerintah terhadap BPJS harus kembali dievaluasi. Jangan sampai banyak rumah sakit enggan  menerima pasien BPJS dengan berbagai alasan padahal seharusnya mereka yang tidak mampu itulah yang mendapat prioritas.