Timor Leste Gelar Pemilihan Presiden

penduduk Timor Leste lakukan pemilihan presiden pertama kali setelah ditinggal pasukan PBB.

Pemilihan presiden telah diselenggarakan oleh Negara di Asia yaitu Timor Leste pada Senin 20/3/2017. Dari 1.261 juta jiwa penduduk Timoe Leste,  yang terdaftar akan melakukan pemilihan mencapai 747.000 jiwa yang tersebar pada 13 distrik. Sistem pemilihan yang dilakukan di Negara ini yaitu dengan melihat suara terbanyak pada puritan pertama dengan perolehan nilai 50% salah satu calon. Namun jika tidak ada, maka akan dilaksanakan putaran kedua. Dan putaran kedua digelar pada tanggal 20 April 2017 mendatang.

Pemilihan presiden pada kali ini merupakan pemilihan  pertama setelah Timor Leste ditinggal oleh pasukan yang menjaga perdamaian PBB telah mengakhiri misinya ditahun 2012 lalu. Maka tahun judi online ini merupakan pemilihan presiden di Timor Leste tanpa bantuan dari PBB. Timor Leste melakukan sendiri dalam mengatasi penyaluran logistik sampai ketempat pemungutan suara berada diarea terpencil tanpa bantuan helicopter dari PBB.

Antusias masyarakat dalam pemilihan pertama tanpa bantuan dari PBB ini sangat terlihat dari segala macam transfortasi yang digunakan oleh masyarakat agar sampai ketempat pemilihan. Dari mulai ada yang menaiki kuda, juga adanya menumpangi kapal dan bahkan rela berjalan berkilo-kilo meter dengan jalan yang tidak mudah harus melintasi jalan yang ada di pegunungan. Atusias mereka dikarenakan mereka dapat bebas memilih Presiden sesuai keinginan mereka.

Para kandidit calon presiden Timor Leste

Antusias dalam pemilihan presiden di Timor Leste nampaknya bukan hanya terjadi pada warga yang memilih saja, tetapi juga pada calon kandidat, para calon nampaknya begitu bersemangat mengikuti pemilihan ini, antusias dapat dilihat dari banyaknya kandidat yang mencalonkan diri sebagai presiden dengan jumlah calon delapan orang. Sebanyak delapan calon bertarung pada pemilu yang dilaksanakan Senin 20/3/2017.

Adapun delapan kandidat calon presiden yang bertarung pada pemilihan presiden Timor Leste yaitu, Francisco Guterres Lu-Olo, Amorin Dias, Antonio Maher Patuk Mutin, Antonio Da Conceicao, Jose Luis Guterres, Luis Tilmon, Angela Freitas dan juga Aniceto Das Neves. Dari kedelapan kandidat tersebut ada satu calon yang pada tahun 2012 juga pernah mencalonkan sebagai Presiden Timor Leste yaitu Francisco Guterres Lu-Olo yang kalah pada putaran kedua.

Menurut data commicao Nacional de Elicoes Timor Leste atau biasa kita sebut KPU, jumlah warga yang akan mengikuti pemilihan presiden Timor Leste berjumlah 746 ribu jiwa, telah tersebar pada 12 Distrik dan satu pada daerah khusus, yaitu Oecusse. Pelaksanaan akan terjadi dua putaran jika pada putaran pertama tidak ada calon kandidat yang memperoleh nilai 50%.

Pemerintahan di Timor Leste sendiri sebenarnya jabatan Presiden hanyalah seremonial. Karena wewenang lebih besar dipegang oleh perdana menteri dan para kabinetnya. Meskipun wewenang dipegang oleh perdana menteri, tetapi Presiden dengan jabatan lima tahun merupakan panglima militer tertinggi dan juga mampu memvote terhadap perencanaan undang-undang, menyeru pagelaran pemilu dan juga dapat membubarkan parlemen.

Kandidat calon Presiden yang lebih unggul pada putaran kedua

Sesuai dengan data perhitungan sementara oleh komisi pemilihan umum KPU Timor Leste, menyebutkan dari delapan kandidat calon presiden Timor Leste, Francisco Guterres Lu-Olo lah yang memperoleh suara terbanyak dengan jumlah suara lebih dari 23 ribu atau setara denga 52%. Sedangkan diurutan kedua diduduki oleh Antonio da Concecio dengan hasil suara 11.933 atau setara dengan 30.31%.

Tantangan yang nantinya untuk pemerintah yang baru adalah dapat menghentikan ketergantungan terhadap minyak dan juga melakukan diverefikasi untuk sumber daya lainnya yang dapat dijadikan pemasukan atau penghasilan. Diharapkan dengan pemerintahan baru semoga Timor Leste semakin berkembang sebagai Negara termuda di Asia ini.

About stn